Rabu, 25 November 2020

Senja, Kecewa, Dan Solidaritas

 

       Mahasiswa baru (Maba) sebutan bagi kita yang baru beranjak dari masa putih abu-abu menuju masa mahasiswa. Disituasi ini kita di tuntut untuk memahami diri kta sendiri, orang-orang baru,dan watak dari setiap dosen kita nantinya. Terkadang kita yang masih lekat dengan masa putih abu-abu yang menuju masa peralihan sering kali lupa akan satu hal, disini bukan saat nya untuk berperilaku inividu lagi melainkan bagaimana cara kita didalam membangun kolaborasi demi terciptanya solidaritas diri ini.

        Terkadang diri ini yang masih berada pada masa peralihan menuju masa dimana kemandirian dan kolaborasi kita diuji, sering kali terkalahkan oleh ego dan ambisi diri ini, ketahuilah ini bukan masa putih abu-abu lagi dimana setiap yang kau raih melalui keindividuan diri tidak terlalu berperan lagi sebab, ini saatnya bagi kita untuk saling memahami dan bersama-sama menciptakan kolaborasi demi mencapai tujuan yang kita sepakati.

   Aku dan kita semua tau terkadang mahasiswa baru hanya berpikir bagaimana caranya aku bisa menggapai nilai yang bagus dan memuaskan, namun ketahui lah itu salah sekarang bagaiman cara kita didalam memperoleh. Mungkin alangkah baiknya kita saling bersatu padu dalam ikatan solidaritas demi mencapai itu semua karena bukan tidak mungkin pengetahuan yang kau miliki terkadang juga butuh aspirasi dari orang lain agar pengetahuan yang kau miliki dapat kau bagi dengan yang lainnya agar tercipta sumber pengetahuan yang baru hasil kolaborasi diri ini.

      Tidak salah jika nilai yang menjadi tujuan utama, namun ketahui lah banyak dari kita menginginkan hal tersebut pula, namun karena ambisi dan keegoisan diri membuat diri pribadi melupakan arti kebersamaan yang telah di bangun dengan waktu yang cukup lama, Tidak salah jika kau memilih jalan seperti itu, namun ketahuilah tidak selamanya dosen yang kita hadapi itu sama wataknya, terkadang kita harus mengalah meski aku dan kalian sendiri tidak tau dimana letak kesalahan kita.

       Pahami lah rasa kekeluargaan yang telah di bangun didalam membangun kolaborasi bersama untuk mewujudkan apa yang kita jadikan sebagai tujuan, terkadang kita lupa ada seseorang yang menjadikan dirinya tameng bagi kalian namun seketika hancur dengan kekecewaan yang dia sendiri dan bahkan kalian juga bingung apakah pantas ia menerima itu semua, padahal kalian tau ia merupakan orang yang menjadi tameng didalam mengahalangi ha-hal yang mengganggu kekompakan kolaborasi ini. Namun, akhirnya hancur lebur menjadi kecewa yang mendalam sebab ambisi dan ego mengalahkan rasa kebersamaan dan kolaborasi.

        Ibaratkan senja yang indah, senja tersebut tidak akan ada jika langit sedang mendung pertanda akan menurunkan hujan, senja akan muncul ketika langit cerah dan menyinari sepanjang hari. Begitu pula dengan kolaborasi dan solidaritas mereka akan ada jika ego dan ambisi dapat kita kalahkan.

        

Senin, 23 November 2020

Awan, Senja, Dan Impian

   


Orang bilang harapan itu seperti awan. Beberapa berlalu begitu saja, tapi sisanya membawa hujan. Tetapi berbeda dengan impian. Ia Bagaikan senja, walaupun sebentar dan hanya sekejap mata, tetapi membawa keindahan yang begitu bermakna. Oleh sebab itu asahdan jaga setiap impian yang kau rencanakan sebab kita tak pernah tau impian kita yang mana kelak membuat hidup kita lebih bermakna sebab setiap impian mu merupakan sumber semangat bagi dirimu sendiri.


Jumat, 20 November 2020

Pesan Mahasiswa

            


    Pak/Buk tolong mengerti lah kami didalam proses pembelajaran dari ini ini, sebab kami tak pernah tau ketika bapak/ibuk masuk untuk memberikan kami materi dan sebelum itu kami harus mengisi absen melalui media yang bernama jaringan Internet. Pak/buk terkadang kami sudah sekuat mungkin untuk bisa mengisi absen melalu media jaringan internet tersebut namun ada kalahnya kondisi faktor alam dan kondisi jaringan internet kami tidak  dalam kondisi stabil dan lancar seperti yang bapak ibuk gunakan.

    Kami hanya mahasiswa yang ingin belajar untuk meperbaiki masa depan kami dan taraf hidup kami dengan mengenyam pendidikan yang bernama perkulihan ini. Namun sayang di tengah situasi pandemi covid-19 yang semakin menjadi-jadi membuat kami harus terpaksa melalui pembelajaran yang bernama dari ini.

    Bahkan tak ada kesan yang kami peroloeh dari situasi ini baik bagaiman kesan menjadi seorang mahasiswa baru yang bertemu dengan mahasiswa baru lainnya. Terlepas dari itu semua satu pinta kami pak/buk mohon beri kami sedikit saja pengertian di dalam mengikuti selurugh proses kegiatan belajar mengajar didalam melaksanakan perkulihan dari ini sebab kami semua hanya berusaha mengikutinya dengan sebaik mungkin di tengah kondisi jaringan kami yang kadang-kadang berpihak kepada kami dan kadang tidak berbeda dengan bapak ibuk yang menggunakan jaringan yang sangat bisa di bilang stabil yaitu bernama wifi. Mungkin besar harapan kami kepada bapak ibuk didalam mengerti keterbatasan yang kami memiliki.

Kamis, 19 November 2020

Harapan


          Mungkin sudah terbiasa akan hal-hal kecil yang aku anggap perlu untuk diperjuangan. Setiap hal tersebut mungkin amat berarti sehingga aku berharap untuk bisa menggapainya. Namun semua nya tak mudah untuk di lewati, jalan terjal berliku terkadang menghampiri silih berganti, tak peduli akan akan diri ini apakah diri dalam kondisi baik atau tidak mereka seakan datang tanpa kompromi.

    Mungkin sudah terbiasa akan harapan yang aku pikirkan untuk aku hadapi dan menggapainya, sebab tak sedikit orang yang menginginkan nya, terkadang diri harus berpacu pada pemikiran dan hati yang terkadang tidak sinkron di dalam menghadapi kondisi dimana jiwa di paksa untuk terus bertarung pada harapan yang menjadi hal yang amat berharga bagi diri. 

    Apapun hasil nya satu pinta ku, kepada pemikiran dan hati berdamailah dengan jiwa ini, sebab iya juga lelah jika harus bertarung tanpa kalian berdua. Sebab kalian berdua merupakan sumber tenaga bagi jiwa ini ketika raga berkata aku lelah dan ingin berhenti. Aku mohon berdamailah demi sebuah harapan yang sedang ku perjuangkan hingga waktu yang menempa diri ini berkata kamu telah berhasil.

Selasa, 17 November 2020

Perjuangan Diri

 Teruntuk Diriku,

      Terima Kasih karena masih bertahan untuk melawan kerasnya kehidupan. Terima kasih untuk tidak berhenti, walau rasa cemas, sedih dan lelah menyelimuti. Terima kasih untuk sedia tetap kuat, meski cobaan silih  berganti semakin berat. Maaf karena masih menjadi pribadi yang mengecewakan dan maaf atas setiap kesalahan yang masih dilakukan, aku tau kau sudah berjuang namun pada akhirnya semua tak lagi mendukung mu, Kau terbiasa untuk berjuang tanpa kenal kata berhenti namun diperjuangan mu kali ini hal itu tak mungkin kembali terjadi.         Terima kasih karena tetap setia dalam diriku wahai rasa perjuangan yang selalu ku asah meski terus tumpul di terpa waktu. Terima kasih diri ini kau sudah banyak membantu ku walau situasi tak berpihak pada mu aku bangga pada mu.

Kopi Dan Proses Kehidupan

      Seperti kopi yang saya ibaratkan manusia. Kita punya proses masing-masing dan punya gelas sendiri-sendiri... Kita berproses dengan car...